Pak Mendikbud, Canda Dikit Gitu Loh....

Masih membayangkan masa muda Mendikbud baru ini mungkin tak pernah pdkt sama perempuan. Jadi kalau punya unek-unek/perasaan langsung disampaikan. Seperti jomblo karaten yang naksir perempuan kemudian mengatakan "dik, aku suka kamu. kamu suka aku ndk ?". Ini babarblas ndak nyeni dan wagu. Seyogyanya si dia candain dulu. Coz, suasana cair dan penuh dengan humor dan tanggapan-tanggapan yang mengundang tawa darinya akan memperlihatkan dirimu sebagai sosok yang ceria.
Jenengan kalau ingin dicintai rakyat ya harus gitu pak Menteri. Rakyat "dicandain" dulu. Misal punya ide sekolah satu hari, jenengan mencoba dulu mengikuti pembelajaran di sekolah selama 40 hari dengan sistem itu. Kemudian di hari ke 41 jenengan update status medsos "Saya masih mencoba sekolah dengan sistem full day (pagi-sore). Dan akhirnya membuat saya bagian dari Perbakin (persatuan dari bathuk kinclong). Gimana ?, mau gabung dengan komunitas Perbakin ?".
Jenengan harus punya selera humor pak. Humor, kata James Danandjaja, menjadi penting, karena dapat dijadikan semacam psikoterapi bagi orang-orang Indonesia dalam kehidupannya berbangsa, yang masih bersifat lebih banyak bhineka ketimbang tunggal ikanya.
Jenengan seyogyanya melihat dari sisi kejiwaan juga. Siswa yang sekolah satu hari penuh di sekolah umum, otomatis akan istirahat setelah 'Asar bahkan bablas maghrib. Kitab syarah mandzumatul adab (2/355) menyebutkan: والكيلولة وهو النوم بعد العصر يورث الجنون والفيلولة وهو النوم بعد المغريب يورث الفتنة
(.....kailulah: tidur setelah 'ashar, mendatangkan gila dan failulah: tidur setelah maghrib, bisa mendatangkan fitnah).
Kalo gitu bisa dibayangkan kan generasi kita akan menjadi menjadi generasi gila, penuh fitnah dan tentunya min ahli Perbakin tadi. Terakhir, saya bocori agar jenengan membaca "ya lathif" 99 kali saat shubuh dan maghrib. Ini ijazah kiai saya di Kudus. Amalan ini bisa membuka hati jenengan untuk mengetahui dengan persis masalah pendidikan di Indonesia ini. Silahkan sowan ke para kiai dan ziarah walisongo sebelum menyampaikan usulan kebijakan itu. Meskipun kutahu, engkau hanya "say hello" dalam usulanmu itu dan saya denger akan dibatalkan. Saya menuliskan tentang teknis kerana tidak greget dengan usulan teknis tak manis. 
“wabillahi taufiq wal hidayah“


Lebih baru Lebih lama