Akun Cantik Mahasiswi

Setiap hari saya dolanan hape. Ya, minimal mbuka-mbuka instagram. Hampir setiap hari di menu pencarian instagram ada mahasiswi cantik yang memaksa pengguna hape untuk stalking akunya. Dan ternyata yang posting akun tersebut adalah bukan pemilik foto itu. Tapi admin khusus yang ndk jelas identitasnya. Ane kira ini membahayakan.
Biasanya, lewat akun Twitter/instagram foto-foto cantik Mahasiswi di eksplor secara detil. Foto yang muncul adalah foto mahasiswi yang notabenya memiliki paras cantik dan mungkin terkenal di kampusnya. Admin akun tersebut memberikan informasi lengkap Mahasiswi mulai dari nama lengkap, nama akun twitter, facebook dan instagram, jurusan, fakultas, perguruan tinggi dan angkatan. Format nama akun itu biasanya; “nama kampus” disusul dengan kata “cantik” atau dengan kata “hitz”
Agaknya admin media sosial tersebut cukup “cerdas” karena dapat memetakan Mahasiswi cantik yang pantas ia eksplor. Tentu kemungkinan besar admin berasal dari Perguruan Tinggi (PT) yang sama dengan nama akunnya. Tetapi tidak menutup kemungkinan ada orang luar yang sengaja membuat akun model itu.
Cerita itu tak hanya terdapat di satu PT saja lho. Hampir semua PT ternama ada. Ngeri sekali kalo semua PT disusupi oleh mafia pengeksplor kecantikan Mahasiswi ini. Padahal, kecantikan Mahasiswi tidak ada hubunganya dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi (hehee,,, agak serius ni)
Terus sya khawatir mahasiswi yang dieksplor namanya dapat mengancam keamananya. Bisa jadi dia menjadi sasaran empuk begal untuk melakukan hal yang tidak diinginkan kepada Mahasiswi. (sekarang masih usum begal. Begal asmara).
Kekhawatiran orangtua kepada kampus juga akan bertambah. Orangtua mengkuliahkan putrinya bukan hanya untuk mencari ilmu. Tetapi juga melihat dan menimbang keamanan kampus untuk putrinya. Kalo orangtua mengetahui putrinya di eksplor kecantikan beserta informasinya, maka bisa jadi orangtua akan memandang buruk kampus atau bahkan mencabutnya dari tempat kuliahnya. (orangtua takut karena anaknya akan dijodohkan.takut diambil orang yang ndk diinginkan. Mungkin)
Tidak menutup kemungkinan eksplorasi ini adalah trik khusus yang dimiliki oleh para mucikari untuk menawarkan “ayam kampus”. Bisa saja, mereka membuat akun itu dan memberi tanda khusus sebagai tanda bahwa perempuan itu “bisa dipakai”. Dan ini pasti akan nambah gawean penegak hukum dalam pemberantasan prostitusi online yang kini sedang berjama’ah disoroti.
Ya, kan udah pada tahu klo mucikari saat ini sangat canggih dalam menawarkan “anaknya”. Sekali lagi, ini tidak menutup kemungkinan bahwa akun yang mengeksplor kecantikan mahasiswa ini merupakan cara jitu mucikari untuk mengelabuhi Polisi.
Yang terakhir, dampak buruknya dapat mengurangi “konsentrasi” Dosen pria. Dosen juga manusia. Memiliki naluri seperti manusia pada umumnya. Bagi Dosen yang mengetahui Mahasiswinya yang cantik (dari akun Twitter) mungkin akan memengaruhi hubungan antara Dosen dan Mahasiswi. Sehingga dalam penilaian akademik akan cenderung subjektif. Artinya, dosen memberikan nilai bukan karena mahasiswi memiliki kompetensi di matakuliahnya. Tetapi karena melihat paras Mahasiswinya yang cantik. Hehehe...
Kini sudah saatnya mengembalikan hakikat mahasiswa. Mahasiswa bukan artis yang memiliki kewajiban menampilkan kecantikan atau ketampanan untuk menuju puncak kepopuleran. Karena sejatinya mahasiswa adalah pemilik ilmu dan amal yang harus digunakan untuk pengabdian kepada masyarakat. Jangan sampai mahasiswa memperkeruh dunia pendidikan yang kini sedang digoyang dengan adanya ijazah palsu. Ini SERIUS LHO....
Sekalian PROMOSI instagram dan twitterku @Kang_sabiq

30/10/2016
Lebih baru Lebih lama