Kadang, dalam kondisi tertentu anak tak perlu menggunakan logika saat menerima instruksi dari orangtua. Karena maqom/tingkatan kita sebagai anak tidak bisa mengungguli mereka dalam hal tertentu. Bangunan ilmu yang dibangun oleh orangtua berbeda dengan anak. Bangunan keilmuan ortu itu dibangun dengan “ilmu tuwo” dan “ilmu titen” yang menggunakan hati sebagai medianya.
Saat melihat kisah sukses perjalanan orang terkenal di Indonesia, banyak dikisahkan tidak lepas dari peran orangtua. Suatu ketika kami (saya dan bapak saya) menghadiri tujuh hari wafatnya Ibu dari Sri Mulyani Menteri Keuangan, alm. Prof. Hj. Retno Sriningsih Satmoko di rumah aslinya di daerah Sampangan Semarang tahun 2008. Dalam sela-sela acara itu, kami berbincang-bincang dengan keluarga. Salahsatu isi perbicangan, kami menanyakan rahasia kesuksesan alm. Prof. Retno dan alm. Prof. H. Satmoko (bapaknya Sri Mulyani) dalam mendidik anak-anak. Karena orangtua Sri Mulyani memiliki 10 anak dan sekarang “dadi wong” semua, termasuk menantunya. Singkat cerita, rahasianya adalah karena orangtuanya berani “tirakat” sehingga anak-anaknya nurut dan menjadi pribadi yang sregep.
