Saling merasa khawatir itu kadang menimbulkan perpecahan antar umat. Ormas A khawatir kalau ormas B melakukan aktifitas yg dianggap tidak sesuai dengan pikiranya. Ormas B ke A juga demikian, dan seterusnya. Sejak dalam pikiran memang sudah ndk beres. Padahal seagama. Apa agama perlu memiliki "musuh bersama" agar bersatu? Ya, seprti jaman penjajahan dulu.
