Pemimpin: berpolitis atau spiritualis ?


Pemimpin memegang penting peranan penting dalam suatu organisasi. Tanpa pemimpin, suatu organisasi tidak akan berjalan dengan baik. Pemimpin disini bukan hanya dimaknai sebagai pemimpin dalam struktural (baca:ketua, presiden, raja dll ). Namun pemimpin dilihat dari berbagai aspek.
Pemimpin dalam kepemimpinanya, harus bebekal beberapa kecakapan seperti:
1.    Kecerdasan : Kepemimpin mempunyai tingkat kecerdasan  yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang dipimpin
2.    Kedewasaan dan Keleluasaan Hubungan Sosial: Kepemimpin cenderung menjadi matang dan mempunyai emosi yang stabil, serta mempunyai perhatian yang luas terhadap aktifitas-aktifitas sosial.
3.    Motivasi Diri dan Dorongan Prestasi: Para pemimpin secara relatif mempunyai dorongan motivasi yang kuat untuk berprestasi. Mereka berusaha mendapatkan penghargaan yang intrinsic dibandingkan dari yang ekstinsik.
4.    Sikap-sikap Hubungan Manusia: Pemimpin-pemimpin yang berhasil mau mengakui harga diri dan kehormatan para pengikutnya dan mampu berpihak padanya.

            Tetapi faktor yang terpenting dalam kepemimpanan adalah “pengaruh”. Mengapa ? karena, meskipun seorang pemimpin mempunyai banyak kecakapan seperti yang sudah penulis sampaikan di atas, tetapi tidak punya pengaruh sama sekali, maka kepemimpinan tidak kan berjalan. Walaupun berjalan, tetapi dia seakan-akan di bukan seorang pemimpin.

Pemimpin tidak hanya berpolitis.
            Sejauh ini, untuk menjadi pemimpin seorang harus merogoh gocek dan ikut partai politik dan ikut berpolitik di dalamya. Dengan berbagai cara (bahkan dengan cara yang keji) dilakukanya untuk mendapat jabatan strategis agar selain menjadi pemimpin juga dapat meraih keuntungan materiil. Menurut penulis, pemimpin tidak hanya melakukan praktek politik saja untuk meraih “jabatan kepemimpinan”. Melainkan harus melakukan praktek spiritualis untuk mendapatkanya. Seperti halnya yang dilakukan sosok Gubernur Jakarta, Joko Widodo atau sering di sapa Jokowi. Dia melakukan puasa Dawud dan Senin kamis selama 15 tahun
sebelum ia dipilih rakyat menjadi Walikota Solo. Dia menuturkan, berpuasa Dawud dan Senin Kamis dapat menjadikan seseorang tabah menghadapi  segala cobaan termasuk cobaan dalam praktis politik. (lebih lengkapnya kunjungi Sosok Jokowi)
Jadi, dapat ditarik sebuah konklusi bahwa seorang pemimpin dalam kepemimpinanya atau akan meraih kepemipinan tidak hanya lewat jalan politik namun bisa juga menggunakan jalan spiritual.


                                                                                                                   di Al Ishlah Mangkangkulon

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama