Jadi khotib

Jum’at pagi datang tentara-tentara gagah dirumah gue. Aku intip dari dalam rumah gue, barangkali mereka bawa bom. Hehehe,.
Salah satu mereka masuk ke rumah gue.
“salamualaikum !” ucap tentara gagah itu.
“alaikumsalam”. Jawab gue dengan sangat lirih


“pak yai ada gus ? “ lanjut dia.
“enten pak. Monggo pinarak”. Jawab gue.

Tentara berbadan gede-gede segede adirai itu duduku di ruang tamu gue dan ngobrol-ngobrol sama abah gue. Intinya, para tentara itu minta bapak saya untuk mengisi khutbah jum’at di kodam semarang pada hari itu.  Abah gue menerima permintaan tentara itu. Padahal hari itu ada jadwal khutbah di pabrik APD. Batinku, pasti abah bakal mewakilkan khutbah yang di apd sama kakak iparku.

Pukul 11.30 kakak ipar gue tak kunjung pulang dari mengajar. Padahal dia yang bakal ngantiin abah gue.­­­ Akhirnya gue deh yang harus ngantiin khutbah di pabrik APD.

Ini baru pertama kalinya gue khutbah. Ya, dikit-dikit ngasah kemampuan dalam beretorika. Gni-gni gue pernah juara 1 lomba tingkat provinsi lho..... (pamer dikit.wkkwkwkk)

Waktu menunjukkan pukul  11.45 WIB.  Gue mulai cari2 buku khutbah di perpustkaan di rumah.
Pukul 11.50 WIB gue berangkat layaknya KIAI besar. Hhehe. Saat itu pakai sarung putih, pakai jas dan memakai sorban. Trs gue suruh sama abah utk naik mobilnya yang bermerek TERIOS. Asyikk.....  diijinin pakai mobil gue. Coz, bisanya gue ndk boleh pakai mobil halus itu. Heheh....
Sampai di lokasi (masjid) gue langsung di sambangi oleh jama’ah  di masjid itu. Tangan gue dicium oleh para jama’ah. Hehehehe,..... jadi kayak artis gue.   Saat itu gue berharap ada yang mempotret saya.  Guekan orangnya agak narsis. Kwkwkw

Selain itu, gue juga berharap yang nyium tangan gue cewek-cewek cantik. Maklum,.. gue sejak kelas 2 SMA masih jomblo. Ya, kalau dihitung sudah tiga tahun gue jomblo. Eh.... kok sampai sini ya ceritanya. Sory, terbawa emosi. Sekian.
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama