"Jangan
berhenti belajar !" sering dibaca dan memiliki kandungan makna yg
luarbiasa. Kadang hal kecil atau materi yang biasa; ditanggapi dengan
"berhenti belajar" memunculkan dampak buruk bagi diri maupun
oranglain. Ini nyata bagi siapa saja yang menyepelekan "berhenti
belajar"; entah itu insan akademik, ekonom, politisi, dan lain sebagainya.
Hujatan,
cacian, makian, fitnah, kritik-nafsu hayawan dan kerabatnya adalah godaan halus
manusia saat proses belajar yang demikian itu puncaknya menjadikanya
"berhenti belajar", berkarya dalam zona ibadah. Walaupun godaan itu
hakikatnya adalah proses dalam pembelajaran.
Sanjungan,
motivasi menerbangkan perasaan, dielu-elukan, ditokohkan, dimanjakan dan
sejenisnya; memengaruhi orang untuk "berhenti belajar". Seperti kisah
dialog dua nyamuk yang memamerkan kepada temanya; saat ia dekati manusia selalu
ditepuktangani. Dia taktahu kalau tepuk tangan itu orientasinya untuk
membunuhnya. Tetap sekali lagi, ini hakikatnya juga proses pembelajaran.
#kang_sabiq
@kang_sabiq
