Do - Re - Mi - Po - So - Rak - Si - Do

 


Sekitar jam 4 sore saya dilapori ada santri yang perutnya sakit. Seperti biasa, kita meminta santri senior untuk ndampingi santri yang sedang sakit. 


"Kang tulung dikancani ya. Mengko nak wetenge loro ngomong karo aku" pesan saya ke santri senior 


Selang 30 menit, santri senior WA.


"Gus, niko kang X perute tambah loro" 


"Ok. tak rono" jawab saya.


Saya langsung menuju kamarnya. Sembari merasa agak ketar-ketir keadaan Kang X. karena ia punya penyakit bawaaan. Kami punya rencana membawa ke rumah sakit terdekat biar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.  


"Piye kang ? Wetengmu wes penak ?" 


"Dereng Gus.." jawabnya sambil mringis kesakitan. 


"Tak periksakne neng Rumah Sakit ya Kang?" 


"Mboten Gus... Nunggu buko mawon" jawabnya lagi tetap sambil memegang perutnya yang sakit. 


Karena tidak tega melihat kang X kesakitan, saya langsung mengambil kuncil mobil dan memaksa kang X periksa ke Rumah Sakit. Mungkin karena panik saya hanya memakai kaos oblong dan sarungan tanpa celana dalam. Mobil saya pacu dengan sangat pelan biar goncanganya tidak terlalu keras dan mengurangi sakitnya perut kang X. 


Ditengah perjalanan, kami dihadapkan pada macet yang luar biasa. Kami cek di medsos ternyata ada mobil mogok ditengah jalan. Tanpa menunggu lama dan modal nekat, lampu hazard saya nyalakan dan menerobos badan jalan. Ya seperti adat badan jalan pada umumnya, selalu bergelombang saat dilalui. Saya tidak bisa membayangkan betapa sakitnya perut Kang X akibat goncangan itu. Pasti rasanya sakit sekali. Tapi tetap saja kami lalui sebab sangat darurat.


"Gus Gus Gus. mandek riyen Gus Sabiq" ucap kang Senior Sambil nepuk-nepuk pundak saya. 


"Huek...Huek Huek. Shor...." Kang X mengeluarkan muntahnya tepat di dashbor mobil.


"Lho kang... kok muntahe indomie ? kan mau bengi sahure ayam goreng ?" 


"Inggih Gus. Wau awan kulo maem indomie. Bar kulo cek jebule sampun expired." 


"Oalah kang...kang. Berarti kowe orak poso?"


"Mboten Gus." jawabnya sambil cengengesan  karena indomie expired itu sudah keluar dari perutnya. 


M Sabiq Kamalul Haq

Semarang, 8 April 2022


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama