Rejeki Terasa Seret ? Kamu Wajib Merenungi ini ....

 Saya, Anda dan kita mungkin pernah mengalami “keseretan” atau kekurangan rejeki dalam bentuk harta benda. Memang rejeki itu tidak hanya harta benda. Ketentraman hidup, kesehatan, masih bisa sholat, anak-anak yang sholih dan sholihah itu rejeki. Namun keluh kesah kita selalu berkaitan dengan rejeki yang berbentuk harta benda. Bukankah selama ini kita begitu ? Saat uang kita habis, tidak bisa bayar hutang, kebutuhan semakin banyak, kendaraan yg tiba-tiba rusak yang butuh maintenance dan lain sebagainya.


Lalu kita harus bagaimana ? 

Ada 3 hal dalam menyikapi rejeki seret. Pertama, kita menggunakan akal kita untuk merenungi kembali selama ini apa yang kita lakukan. Mulai dari gaya hidup yang pasti memerlukan banyak pengeluaran. Maka sekarang gaya hidup yang kurang manfaat dan mengeluarkan banyak uang, wajib dikurangi. 


Kedua, kurangi prasangka buruk pada Allah dan manusia. Dari beberapa temen saya yang kebetulan curhat soal bisnis yang terus menurun di pandemi, ada beberapa suudzon kepada manusia. Mereka banyak berprasangka, “daganganku digawe wong ki mergo seng tuku sitik”, “warungku sepi. Jare ono wong rene, warungku ketoke tutup. Padahal buka”, “omahku panas padahal omahku ombo ventilasine apik”. Dan banyak sekali curhatan ke saya di musim pandemi ini. Saran saya hilangkan dulu prasangka yang tidak kita ketahui itu. Memang hal yang berkaitan dengan santet, tenun dan lain sebagainya itu dalam sosial kultural di daerah kita ada. Namun kita juga tidak perlu memikirkannya terlalu dalam. Sebab terlalu percaya dengan demikian itu seperti santet akan lebih mudah masuk ke kita. 


Ketiga, lakukan beberapa hal ini agar rejeki kita dimudahkan dan dilancarkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Yaitu merutinkan sedekah setiap hari meskipun sedikit. Yang penting rutin atau dalam bahasa agama disebut istiqomah. Selanjutnya, ikut jama’ah sholat di Musholla atau masjid terdekat secara rutin. Kalau tidak bisa di mushola atau masjid ya jamaah di rumah bareng keluarga. Kemudian amalan lain yaitu, jangan memutus silaturahmi. Harus banyak silaturahmi dengan banyak orang. Cukup 3 dengan amalan itu, Insyaa Allah, Sang Pemberi Rejeki - Allah Subhanahu Wata’ala akan memberikan rejeki dari jalan yang tidak diduga-duga. Dan kata kuncinya hanya 1, istiqomah. Lalu kapan Allah akan mengabulkan ? Jawabnya tergantung bagaimana kita berprasangka baik pada Allah. Semakin kita berprasangka baik pada Allah, semakin dekat pula Allah dengan kita. Kalau Allah dekat kita, apa yang butuhkan di dunia ini akan mudah terwujud. Sangat mudah. Mudah banget ! 


Tulisan ini tidak semata-mata pendapat pribadi. Namun saya banyak merujuk pada Al Quran, Al Hadist dan ulama-ulama kredibel, yang saya sederhanakan dalam tulisan ini. 


Semoga bermanfaat dan memberikan pencerahan dalam kehidupan kita. Tetap semangat ya !


M Sabiq Kamalul Haq

Pengasuh Pondok Pesantren Al Firdausiy - Kota Semarang 

Sekarang sedang merampungkan program Doktor (S3) di UIN Walisongo Kota Semarang





Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama